Hilangnya Pulpen Cia

 Tugas Ke-2 PJJ Bahasa Indonesia


Hilangnya Pulpen Cia

Hari sudah mulai siang. Cia menengok kearah jam dinding bersamaan dengan bunyi bel pergantian jam pelajaran. Hari ini guru-guru sedang mengadakan rapat, sehingga Cia mendapat tugas untuk dikerjakan. Karena Cia ingin buang air kecil, maka Cia pergi keluar kelas untuk ke toilet.

Pada saat Cia pergi ke toilet, Adel datang ke meja Cia untuk meminjam pulpen karena pulpen Adel habis, tetapi sisa uang saku Adel tidak cukup untuk membeli pulpen dikoperasi. Karena terburu-buru, Adel langsung mengambil pulpen Cia tanpa meminta izin dengan siapapun.

Tak lama, Cia Kembali dari toilet dan duduk ditempatnya kembali untuk melanjutkan tugas yang belum diselesaikannya.

 

Tak terasa, bel pulang sekolah pun berbunyi. Cia dan teman-temannya pun mengumpulkan tugas didepan meja guru. Setelah itu, beberapa teman Cia pun segera pulang kerumah masing-masing.

Cia membereskan buku serta alat tulisanya yang masih berada di meja, lalu ia menyadari bahwa salah satu pulpennya hilang.

 

“Duh, pulpenku kemana ya?” tanya cia dengan suara yang kecil.

 

Karena Angel mendengar apa yang dikatakan Cia, maka Angel mendatangi Cia.

 

“Angel, kamu lihat pulpen aku tidak?” tanya Cia.

“Kayaknya pulpen kamu jatuh deh.” Sahut Angel.

 

Cia menggeleng, “dari tadi aku sudah mencarinya tapi ga ketemu.”

 

“Atau jangan-jangan pulpen kamu dicuri. Dicuri sama .. “ Angel menggantung ucapannya dan melirik ke arah Adel yang masih belum selesai mengerjakan tugasnya.

 

“Ah! Mungkin pulpen kamu dicuri sama Adel,” lanjut Angel.

“Kamu jangan asal tuduh gitu. Ga baik tau” Kata Cia.

“Kamu ini dibilanginnya. Coba ayo kita samperin aja tuh si Adel.”

 

Angel menarik tangan Cia dan membawanya ke Adel yang masih mengerjakan tugas.

 

“Heh Adel! Kamu nyuri pulpennya Cia kan? Ngaku kamu!” Ucap Angel bernada tinggi.

“Apa yang dikatakan Angel benar Del?” tanya Cia dengan baik-baik.

 

Karena merasa tidak enak, maka Adel menjelaskan dan meminta maaf kepada Cia.

 

“Maaf Cia. Tadi aku ingin meminjam pulpen kamu. Tapi ternyata kamunya tidak ada. Karena tadi aku sangat terburu-buru, jadinya lupa untuk meminta izin” jelas Adel kepada Cia.

“Halah alasan kamu! Kamu kan orang miskin. Mana mampu beli pulpen bermerk seperti Cia, makanya kamu mencuri pulpen Cia diam-diam.” sahut Angel dengan nada tinggi.

 

“Aku minta maaf sekali lagi Cia. Aku memang hanya berniat untuk meminjam saja. Tadinya aku ingin membeli pulpen dikoperasi, tapi sisa uang jajanku tidak cukup.” Adel menjelaskannya Kembali.

“Heii sudah-sudah jangan di berantem,” kata Cia kepada Angel dan Adel.

 

“Aku maafin kok Del. Tapi lain kali jika kamu ingin meminjam apapun, tolong izin dulu ya. Kalau pemiliknya sedang tidak ada, tolong izin ke temannya yang lain. Jadi pemiliknya ga akan bingung mencarinya.” Kata Cia kepada Adel.

“Terima kasih Cia atas nasihatnya dan terima kasih karena kamu telah memaafkanku,” balas Adel.

“Iya sama-sama Del.” Jawab Cia.

 

“Oh iya, dan kamu Angel. Lain kali jangan asal tuduh orang ya. Kamu juga ga boleh sombong dan membeda-bedakan. Walau Adel kurang mampu, tapi Adel itu teman kita. Kita harus saling membantu sesama teman. Kita ga boleh sombong dengan apa yang kita miliki, karena itu semua merupakan hal yang tidak terpuji.” Cia menasihati Angel dengan baik-baik.

 

Angel hanya mengangguk karena merasa bersalah.

 

“Ayo sekarang kamu minta maaf ke Adel,” Ucap Cia sambil tersenyum.

 

Angel Mengangguk.

 

“Del maafin aku ya. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi.” Kata Angel sembari mengulurkan tangannya.

“Iya gapapa, aku udah maafin kamu kok.” Jawab Adel, lalu menjabat tangan Angel.

 

Lalu Adel ingin mengembalikan pulpen kepada Cia. Tetapi Cia menolaknya.

 

“Udah gapapa Del, pulpennya buat kamu aja. Pulpenku masih banyak kok dirumah” Ucap Cia.

“Wah, terima kasih banyak Cia. Kamu baik sekali” Balas Adel.

“Iya sama-sama. Oh iya, aku pulang duluan ya. Supirku sudah menunggu didepan. Dadah Angel. Dadah Adel.” Jawab Cia dan berpamitan kepada Angel dan Adel.

“Dadah” Ucap Angel bersamaan dengan Adel sambal melambaikan tangan.

 

Tak lama, Angel mendapat telepon dari ayahnya.

 

“Del, aku pulang duluan ya.” Pamit Angel.

“Oke.” Sahut Adel.

 

Semua pun pulang kerumah masing-masing.



Karya : Putri Dewi Zabita

No. absen : 26

Kelas : XI MIPA 1

Komentar